TAFSIR MIMPI PDF

selanjutnya kitab tentang tafsir mimpi.
semua mimpi yang sering kita alami bisa ente liat sendiri deh ma'nanya
ane juga kagak begitu faham ama yang begitu-begituan, penting mah bobok enak.... tapi yang paling seneng kalox mimpi ama cewek di kamar berduaan habis itu ******** pokoknya mantap dah....
udah ah gak usah kelamaan langsung aja di sedot





jangan lupa kunjungi terus blog ini ok!!!!!

MAKALAH ILMU KALAM: hal yang terkait dalam perbandingan antar aliran ilmu kalam

INSTITUT PESANTREN SUNAN DRAJAT LAMONGAN
makalah ILMU KALAM 
HAL YANG TERKAIT DALAM PERRBANDINGAN ANTAR ALIRAN ILMU KALAM



MAKALAH
HAL YANG TERKAIT DALAM PERBANDINGAN ANTAR ALIRAN
Disusun Untuk Memenuhi Tugas  Mata Kuliah Ilmu Kalam
Dosen Pengampu : Sutopo, S.pd., M.pd.i



Disusun oleh:
1.       Alif Mukhofaf
2.       Budi Santoso
3.       Muhammad Yusuf
4.       Fathul Aziz

FAKULTAS TARBIYAH
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
INSTITUT PESANTREN SUNAN DRAJAT LAMONGAN
KATA PENGANTAR

            Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan dan kesempatan kepada kita semua sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini pada waktunya. Shalawat dan salam kita persembahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, oleh karena beliaulah kita dapat mengenal ilmu pengetahuan dan memberantas kebodohan.
Selanjutnya ucapan terimakasih dan penghargaan pemakalah sampaikan kepada pembimbing kita Sutopo S.Pd., M.Pd.I dan seluruh sahabat-sahabat seperjuangan yang telah membantu kami dalam penyelesaian makalah ini.
Kami menyadari berbagai kelemahan, kekurangan dan keterbatasan yang ada, sehingga tetap terbuka kemungkinan terjadinya kekeliruan dan kekurangan disana sini dalam penulisan dan penyajian makalah ini, Sehingga kritik dan saran sangat kami butuhkan dalam penyempurnaan pembuatan makalah ini maupun yang akan datang.
Akhirnya, kepada Allah-lah kami menyerahkan diri dan memohon taufik dan hidayahnya, semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

Lamongan           2015


Penulis











i
Daftar isi

KATA PENGANTAR ......................................................................................................... i
Daftar Isi .............................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................... 1
1.1.Latar Belakang Masalah .................................................................................. 1
1.2.Rumusan Masalah ............................................................................................ 1
1.3.Tujuan Penulisan Masalah ............................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN MASALAH ................................................................................ 2
            2.1. Wahyu Dan Akal .............................................................................................    2
            2.2. Dosa .................................................................................................................   2
            2.3. Iman .................................................................................................................   3
            2.4. Sekte ................................................................................................................    4

BAB III PENUTUP  ............................................................................................................ 5

            3.1.  Simpulan ......................................................................................................... 5
            3.2.  Kritik dan Saran  ............................................................................................. 5

Daftar pustaka .....................................................................................................................  6






BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang Masalah

Setelah wafatnya rasulullah umat islam pun berganti kepemimpinan yang di pegang oleh para Khulafaurrasyidin. Namun dalam masa pemerintahan Khulafaurrasyidin umat islam terpacah belah menjadi berbagai golongan yang berbeda penadapat dan aliran serta imam yang berbeda. Perpecahan ini terjadi setelah wafatnya Khulafaurrasyidin ke 3 yaitu Ustman bin Affan.
Perpecahan tersebut terjadi karena perebutan kekuasaan antara Ali bin Abi Tholib dan Muawiyan bin Abi Syufyan, sehingga terjadilah perang antara dua kubu tersebut yang sampai sekarang dikenal dengan perang Syiffin. Dalam perang tersebut umat islam terbagi dalam tiga kelompok yaitu golongan Ali, golongan Muawiyah dan golongan yang keluar dari kedua kubu tersebut yang dikenal dengan Khawarij. Perpecahan tersebut terus berlanjut hingga pergantian kekuasaan setelah nya hingga terbentuklah banyak faham dalam agama islam.

1.2.  Rumusan Masalah

2.      Bagaimana pendapat antar aliran tentang wahyu dan akal?
3.      Bagaimana pendapat antar aliran tentang dosa?
4.      Bagaimana pendapat antar aliran tentang iman?
5.      Apa saja sekte yang ada didalam aliran-aliran ilmu kalam?

1.3. Tujuan Penulisan Makalah

2.      Mengetahui pendapat antar aliran tentang wahyu dan akal.
3.      Mengetahui pendapat antar aliran tentang dosa.
4.      Mengetahui pwndapat antar aliran tentang iman.
5.      Mengetahui sekte-sekte yang terdapat dalam aliran ilmu kalam.




BAB II
PEMBAHASAN MASALAH

2.1. wahyu dan akal
Kaum Mu'tazilah berpendapat semua persoalan dapat diketahui oleh akal manusia dengan perantara akal yang sehat dan cerdas seseorang dapat mencapai makrifat dan dapat pula mengetahui yang baik dan buruk. Bahkan sebelum wahyu turun, orang sudah wajib bersyukur kepada Tuhan. Menjauhi yang buruk dan mengerjakan yang baik.
Berbeda dengan Mu'tazilah, kaum Asy’ariyah berpendapat akal memang dapat mengetahui adanya Tuhan. Tetapi akal tidak dapat mengetahui cara berterima kasih kepada Tuhan. Untuk mengetahui hal-hal tersebut diperlukan wahyu. Melalui wahyu manusia Bisa mengetahuinya. Tanpa wahyu, manusia tidak akan tahu. Golongan Maturidiyah Samarkan berpendapat, akal dapat mengetahui adanya Tuhan kewajiban dan berterima kasih kepada Tuhan dan mengetahui baik dan buruk. Tetapi akal tidak dapat mengetahui bagaimana kewajiban berbuat baik dan meninggalkan buruk, karena itu wahyu sangatlah diperlukan untuk menjelaskannya. Golongan Maturidiyah Bukhara sependapat dengan kaum Asy’ariyah.

2.2. Dosa
Semua pelaku dosa besar menurut Khawarij adalah kafir dan disiksa di neraka selamanya. Lebih keras dari itu Azariqah, bahkan menggunakan istilah yang lebih mengerikan dari kafir yaitu musyrik. Mereka memandang musyrik bagi umat Islam yang tidak mau bergabung dalam barisannya. Pelaku dosa besar dalam pandangan mereka telah beralih status keimanannya menjadi kafir dan telah keluar dari Islam. Kafir semacam ini akan kekal di neraka bersama orang-orang kafir lainnya.
Pandangan Murji’ah tentang status pelaku dosa besar dapat ditelusuri dari definisi iman menurut versi mereka. Murji’ah ekstrem berpendapat bahwa pelaku dosa besar tidak akan disiksa di neraka jikalau mereka masih mempunyai iman didalam hati mereka. Sedangkan Murji’ah moderat berpendapat bahwa pelaku dosa besar tidak akan menjadi kafir, meskipun akan disiksa dineraka. Namun mereka akan disiksa bergantung pada dosa yang telah mereka lakukan.
Sedangkan Mu’tazilah tidak menentukan status atau predikat yang pasti bagi pelaku dosa besar, apakah tetap kafir atau telah kafir, kecuali dengan sebutan yang sangat terkenal al-manzilah baina al-manzilatain. Setiap pelaku dosa besar menurut Mu’tazilah berada diposisi tengah antara mu’min dan kafir, jika meninggal dunia dan belum sempat bertobat maka ia akan dimasukkan kedalam neraka namun siksaan yang akan diterimanya lebih ringan dari pada siksaan orang kafir.
Asy’ariyah berpendapat tidak mengkafirkan orang yang bersujud ke baitullah walaupun melakukan perbuatan dosa besar, tetapi jika mereka menganggap bahwa dosa besar ini di perbolehkan (halal) maka pelaku tersebut dihukumi kafir.
Sedangkan Maturidiyah Samarkhan maupun Bukhara berpendapat pelaku dosa masih di katakan sebagai mu’min selagi masih ada keimanan didalam hatinya. Balasan yang diperoleh kelak di akhirat sesuai dengan apa yang telah ia perbuat selama didunia, jika ia meninggal tanpa bertobat dahulu maka keputusannya diserahkan sepenuhnya kepada Allah SWT, jikalau menghendaki pelaku dosa besar diampuni maka ia akan dimasukkan kedalam neraka namun tidak kekal didalamnya.
Sedangkan Syi’ah percaya bahwa orang yang melakukan dosa besar akan kekal didalamnya jika ia belum bertobat dengan tobat yang sesungguhnya.

2.3. Iman

Iman dalaam pandangan Khawarij tidak semata-mata percaya kepada Allah, akan tetapi mengerjakan segala perintah kewajiban agama juga merupakan bagian dari keimanan. Siapapun yang beriman kepada Allah dan Muhammad adalah rasulnya tetapi tidak menjalankan kewajiban agama bahkan melalukan perbuatan dosa oleh Khawarij dipandang kafir.
Sedangkan Murji’ah berpendapat iman adalah iqrar dan tashdiq, dan ditambahkannya pula bahwa iman tidak berkurang. Pandangan Mu’tazilah menyatakan bahwa amal adalah bagian terpenting dari iman bahkan hampir mengidentikkanya karena hal tersebut berkaitan langsung dengan al-wad wa al-wa’id (janji dan ancaman) yang merupakan pokok dasar mereka.
Abu Hasan Al-Asy’ary didalam karya-karyanya mendefinisikan iman secara berbeda satu sama lain. Dalam Maqalat dan Al-Ibanah disebutkan bahwa iman adalah qaul dan amal serta dapat bertambah. Dalam Al-Luma’ iman diartikannya sebagai tashdiq billah.argumentasinya bahwa kata mu’min seperti yang terdapat dalam Al-Qur’an surat Yusuf ayat 17 memiliki hubungan ma’na dengan kata Shadiqin dalam ayat itu. Dengan demikian menurut Asy’ary iman adalah tashdiq bi al-qalb ( membenarkan dalam hati).
Maturidiyah Samarkhand berpendapat bahwa iman adalah tashdiq bi al-qalb bukan semata-mata tashdiq bi al-lisan. Sedangkan maturidiyah Bukhara berpendapat bahwa iman adalah tashdiq bi al-lisan dan tashdiq bi al-qalb.

2.4. Sekte

 Khawarij secara garis besar mempunyai dua sekte yang sangat terkenal yaitu Al-Azariqah dan Al-Abadiyah. Sedangkan Al-Asfarani mengemukakan bahwa ada 22 subsekte yang terdapat dalam Khawarij. Terlepas dari ada berapa banyak subsekte yang ada di Khawarij para tokoh ilmu kalam sepakat bahwa subsekte Khawarij yang besar hanya ada 8 yaitu Al-Muhakkimah, Al-Azriqah, An-Najdat, Al-Baihasiyah, Al-Ajaridah, As-Saalabiyah, Al-Abadiyah, dan As-Sufriyah. Semua subsekte ini membicarakan persoalan hukum orang yang berbuat dosa besar dihukumi masih mu’min atau sudah kafir, sedangkan doktrin-doktrin yang lain hanya menjadi pelengkap saja.
Harun Nasution secara garis besar mengklasifikasikan Murji’ah menjadi dua sekte yaitu golongan ekstrem dan golongan moderat. Jabariyah pun secara garis besar mempunyai dua golongan yaitu Jabariyah ekstem dengan salah satu tokohnya Jahm bin Shafwan yang berpendapat bahwa bahwa manusia tidak mempu untuk berbuat apa-apa. Dan Jabariyah moderat dengan tokohnya Husain An-Najjar dan As-Dhirar.
Sedangkan Syi’ah terbagi menjadi 22 sekte namun hanya 4 yang masih tersisa hingga saat ini yaitu Syi’ah Itsna ‘Asyariyah (Syi’ah dua belas imam), Syi’ah Sab’ah, Syi’ah Zaidiyah dan Syi’ah Ghulat.













BAB III
PENUTUP

3.1. Simpulan

Dari semua pokok permasalahan diatas dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.      Mu’tazilah berpendapat bahwa akal dapat mencapai segalanya tanpa adanya wahyu pun dengan akal manusia dapat mengetahui tuhan sedangkan Asy’ariyah dan Maturidiyah berpendapat sebaliknya.
2.      Dosa merupakan sesuatu yang wajib dihindari karena dalam berbagai aliran ada yang mengatakan bahwa hanya melakukan dosa besar saja sudah termasuk kafir, namun berbeda dengan Ahlussunah yang tidak mengkafirkan manusia yang berdosa besar selagi masih ada iman didalam hati mereka.
3.      Secara garis besar iman adalah iqrar dan tashdiq.
4.      Khawarij dan Syi’ah mempunyai 22 sekte sedangkan Murji’ah dan Jabariyah ada dua yaitu ekstrem dan moderat.
3.2. Saran

Dalam penulisan makalah ini kami menyadari banyaknya kesalahan sehingga kritik dan saran sangat kami harapkan untuk kemajuan penulisan makalah yang akan datang.













Daftar pustaka

·         Razaq, Abdul. Ilmu Kalam. Bandung: Pustaka Setia. 2012
·         Anwar, Rosihon. Ilmu kalam. Bandung: Pustaka Setia. 2012
·         http//:wikipedia.com/ilmu_kalam/perbandingan_antar_aliran/









ii



makalah perencanaan strategi pendidikan




BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang Masalah
Organisasi dan pendidikan mempunyai dua arti yang sangat berbeda, dan perbedaan itu-pun sangat jelas sekali. Organisasi adalah suatu bentuk kumpulan masyarakat (orang-orang) yang teratur dan tersusun untuk mencapai suatu tujuan yang telah di sepakati bersama. Sedangkan pendidikan berasal dari kata didik yang mendapat imbuhan pe-an sedangkan arti dari Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak.  Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap pendidikan. Pendidikan umumnya dibagi menjadi tahap seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah dan kemudian perguruan tinggi, universitas atau magang.
Di saat ini, di Indonesia khususnya banyak sekali organisasi-organisasi pendidikan yang telah berdiri dimulai dari SR (Sekolah Rakyat) yang sekarang berkembang menjadi SD,SMP, SMA, hingga sampai perguruan tinggi. Selain tadi masih banyak sekali organisasi pendidikan yang lain selain sekolah seperti LPBA (Lembaga Pengembangan Bahasa Asing), SLB, dan lain-lain yang pada umumnya bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Dikarenakan banyaknya organosasi-organisasi pendidikan yang berada pada masyaarakat saat ini sehingga dalam organisasi-organisasi tersebut membutuhkan suatu perencanaan yang matang dalam proses mencapai tujuan, visi dan misinya masing-masing.
1.2.Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari perencanaan?.
2.      Rencana dan strategi apa saja yang diperlukan dalam menjalankan organisasi pendidikan?.
1.3.Tujuan Penulisan Makalah
1.      Mengetahui pengertian perencanaan.
2.      Mengetahui rencana-rencana dan strategi yang diperlukan dalam menjalankan organisasi pendidikan.





BAB II
PEMBAHASAN

2.1.Pengertian Perencanaan
Perencanaan merupakan penetapan langkah-langkah kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi. Langkah-langkah perencanaan meliputi penetapan tujuan, pendefinisian situasi saat ini, dukungan dan hambatan, penetapan tindakan. Tujuan ditetapkan pada awal proses perencanaan untuk memastikan apa yang akan dicapai. Sedangkan tujuan perencanaan yaitu:
1.       Standar pengawasan, mencocokan antara yang dilaksanakan dengan perencanaan yang dilakukan.
  1. Mengetahui kapan perencanaan selesai.
  2. Mengetahui siapa yang terlibat.
  3. Mendapatkan kegiatan yang sistematis.
  4. Meminimalkan kegiatan yang tidak produktif.
  5. Memberikan gambaran yang menyeluruh.
  6. Memadukan beberapa sub kegiatan, masing-masing sub kegiatan dilaksanakan secara terkoordinasi untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi.
Dalam perencanaan sendiri timbul pertanyaan yang mencolok seprti yang tertera dalam dasar-dasar manajemen yakni who. Untuk siapakah program media itu (organisasi pendidikan) akan dibuat?. Anak-anak, orang dewasa, mahasiswa, orang-orang yang berkekurangan, atau masyarakat pada umumnya. Kalau sudah dapat ditentukan siapa yang akan menjadi sasaran yang akan di tuju, masih ada lagi proses yang perlu di lakukan yaitu betulkah proses media itu mereka perlukan?. Perubahan apa saja yang akan terjadi setelah mereka selesai belajar dengan program media yang dibuat? Dan juga sebaliknya jika mereka tidak menggunakan media yang anda buat akankah mereka akan mengalami kerugian tertentu secara intelektual? Dan juga masih di perlukan materi apa yang akan disajikan dan diperlukan sehingga terjadi perubahan tingkah laku sesuai yang diharapkan dari tujuan prosedur perencanaan.
Jika pertanyaan-pertanyaan diatas disusun seca sistematis maka urutan dalam mengembangkan program media itu dapat diutarakan sebagai berikut:
1.      Menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa.
2.      Merumuskan tujuan instruksional dengan operasional yang khas.
3.      Merumuskan materi-materi secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan.
4.      Mengadakan tes dan revisi.
5.      Evaluasi.[1]

2.2.Perencanaan Serta Strategi Dalam Menjalankan Organisasi Pendidikan
Dalam merencanakan serta menyiapkan strategi dalam pendidikan dapat juga menggunakan analisis dari data diatas.
2.2.1.      Menganalisis karakteristik dan kebutuhan siswa
Dalam proses belajar mengajar yang di maksud dengan kebutuhan adalah kesenjangan antara kemampuan, keterampilan dan sikap siswa yang mereka miliki sekarang[2]. Bila yang kita inginkan, misalnya, siswa dapat menguasai 1000 kosa kata bahasa Inggris, sedangkan saat ini mereka hanya menguasai 200 kata, ada kesenjangan 800 kata. Dalam hal ini ada kebutuhan untuk mengajar 800 kata bahasa Inggris kepada siswa itu.
Bila yang kita inginkan siswa dapaat menjumkan, mengurangi, mengalikan, dan membagi, sedangkan pada saat ini mereka hanya dapat menjumlahkan saja, kebutuhan pembelajaran itu ialah kemampuan dan keterampilan dalam mengurangi, mengalikan dan membagi. Dan bila yang kita butuhkan adalah siswa dapat bersikap bersih dan menghargai kebersihan, sedangkan pada saat ini mereka suka membuang sampah sembarangan, belum bersedia mandi dan gosok gigi atas kemauan sendiri, tidak merasa risi memakai baju kotor dan sebagainya, jelas sekali masih terdapat kesenjangan antara apa yang diinginkan dengan kenyataan yang ada saat ini. Dari kesenjangan itu dapat diketahui apa yang diperlukan dan dan di butuhkan siswa.
2.2.2.      Perumusan tujuan
Tujuan merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan kita. Tujuan dapat memberi arah tindakan yang kita lakukan. Tujuan ini juga dapat dijadikan acuan ketika kita mengukur apakah tindakan kita betul atau salah, ataukah tindakan kita berhasil atau gagal. Begitu pula dengan organisasi sebuah lembaga pendidikan, tujuan merupakan bahan pokok yang harus dimiliki oleh organisasi dan wajib ada. Karena dengan adanya tujuan, suatu lembaga pendidikan dapat di ketahui dengan jelas kemana arah yang akan dituju dan akan seperti apa suatu hari nanti lembaga pendidikan tersebut.
Tujuan pendidikan di Indonesia pun sudah sangat jelas tertera dalam UU RI no 20 tahun 2003: mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang maha esa berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yng demokratis dan bertanggung jawab.[3]
Untuk dapat merumuskan tujuan instruksional dengan baik ada beberapa ketentuan yang perlu diingat, diantaranya:
-          Tujuan instruksional harus berorientasi pada siswa bukan berorientasi pada guru. Tujuan tidak harus menyatakan guru dalam kegiatan, belajar mengajar, karena bukan perilaku guru yang dipentingkan melainkan perilaku siswa. Contoh: siswa kelas III SMP membuat kalimat pasif dalam simple past tense (tujuan ini baik karena mengacu pada siswa). Guru menerangkan cara membuat kalimat pasif (tidak baik karena berorientasi pada guru).
-          Tujuan harus dinyatakan dengan kata kerja yang operasional. Artinya, kata kerja itu menunjukan perbuatan yang dapat di amati atau yang hasilnya dapat di ukur. Misalnya, siswa SD kelas V dapat mengalikan 8 x 12,5 tanpa bantuan alat tulis atau alat lainnya. Dalam hal ini perilaku mengalikan dapat di ukur. Bila hasilnya 100, siswa tersebut dapat mengalikan dengan betul.
Sedangkan tujuan operasional itu sendiri ialah yang mengacu pada pembiayaan, fasilitas, gedung, sarana prasarana, dll.
2.2.3.       Pengembangan materi pembelajaran
Dalam mengembangkan pembelajaran, dapat juga menggunakan model pembelajaran. Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau pola yang dapat kita gunakan untuk mendesain pola mengajar secara tatap muka didalam kelas atau mengatur tutorial, dan untuk menentukan material atau perangkat pembelajaran. Termasuk didalamnya buku-buku, film-film, tipe-tipe, program-program media komputer, dan kurikulum (sebagai kursusu untuk belajar)[4].
Dalam pengembangan model pembelajaran dan materi pembelajaran perlu di ketahui enam macam model pembelajaran yang sering dan praktis digunakan guru dalam mengajar, masing-masing adalah: presentasi, pengajaran langsung, pengajaran konsep, pembelajaran kooperatif, pengajaran berdasarkan masalah, dan diskusi kelas. Dalam megajarkan suatu konsep atau materi tertentu, tidak ada satu model pembelajaran yang lebih baik dari pada model pembelajaran lainnya. Berarti untuk setiap pembelajaran harus disesuaikan dengan konsep yang lebih cocok dan dapat dipadukan dengan model pembelajaran yang lain meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, dalam memilih suatu model pembelajaran harus memiliki pertimbangan-pertimbangan, seperti materi pelajaran, jam pelajaran, tingkat perkembangan kognitif siswa, lingkungan belajar, dan fasilitas penunjang yang tersedia, sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dapat tercapai.
2.2.4.      Mengadakan tes dan revisi
Setelah menganalisis kebutuhan siswa, kemudian menentukan tujuan, lalu mengembangkan materi pembelajaran maka langkah selanjutnya yaitu mengadakan tes dan revisi. Tes ini dibutuhkan untuk pengujian atas apa yang telah ditentukan sebelumnya apakah itu sesuai dengan yang diharapkan atau tidak sedangkan revisi digunakan untuk mengganti apa-apa yang telah ditentukan sebelumnya yang tidak sesuai dengan harapan sehingga dapat dicari solusi atau cara yang lain. Contoh: didalam suatu sekolah dipedesaan mempunyai tujuan mengembangkan pendidikan sampai go internasional kemudian menggunakan metode kurikulum yang berbeda yaitu menggunakan metode kurikulum sekolah faforit tekenal. Namun karena adanya ketidak sesuaian antara metode, tingkat perkembangan siswa, lingkungan serta fasilitas ketika di ujikan, maka diperlukan adanya revisi sehingga antara metode, tingkat perkembangan siswa, lingkungan dan fasilitas bisa sesuai.


2.2.5.      Evaluasi
Dalam setiap perancangan apapun, sesuatu yang harus dipastkan terakhir adalah evaluasi. Karena evaluasi sangat penting, diseebabkan digunakan untuk melihat hasil kedepannya yang lebih baik lagi, menyaring sesuatu yang sudah lewat yang bermasalah atau kurang sesuai sehingga disingkirkan dan mengganti dengan sesuatu yang baru atau tidak usah diganti untuk kedepannya, itulah evaluasi.
Begitu pula dengan strategi dalam organisasi pendidikan, setelah semua strategi dijalankan, namun ditengah jalan ada suatu stategi yang bermasalah dan tidak sesuai maka pada saat terakhir pertemuan musyawarah bersama (contoh akhir tahun) dilakukan evaluasi untuk membahas kedepannya apakah strategi tersebut diperlukan ataupun tidak.














BAB III
PENUTUP

3.1. Simpulan
Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1.      Perencanaan yaitu penetapan langkah-langkah kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi.
2.      Perencanaan dalam menjalankan organisasi pendidikan dapat dilakukan dengan cara : menganalisis kebutuhan siswa, perumusan tujuan, pengembangan materi pembelajaran, mengadakan tes dan revisi, serta simpulan.
3.2. Saran
Dalam penulisan makalah ini kami menyadari banyaknya kekurangan sehinggan kritik dan saran sangat kami perlukan.
















Daftar pustaka
Trianto. Model pembelajaran terpadu dalam teori dan praktek. Jakarta: Prestasi Pustaka, 2007.
Pidarta, Made.  Manajemen Pendidikan Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta, 2004.
S. Sadiman, Arief, et al. Media Pendidikan Pengertian Pengembangan dan Pemanfaatannya.
Jakarta: PT. Grafindo Persada, 2012.


[1] Dr. Arif S. Sudirman dkk, Media Pendidikan Pengertian Pengembangan dan Pemanfaatannya, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2012, hlm. 100
[2] Dr. Arif S. Sudirman dkk, Media Pendidikan Pengertian Pengembangan dan Pemanfaatannya, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2012, hlm. 100
[3] Prof. Dr. Made Pidarta, Manajemen Pendidikan Indonesia, PT. Rineka Cipta, Jakarta, 2004, hlm. 6
[4]Trianto M.Pd., Model Pembelajaran Terpadu Dalam Teori Dan Praktek, Prestasi Pustaka, Jakarta, 2007, hlm. 2
 
Copyright © 2011. campur campur - All Rights Reserved

Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile

Proudly powered by Blogger